Etika Profesi
Etika
Profesi
Sebelum mengetahui apakah itu etika
profesi , alangkah baiknya kita membahas tentang pengertiannya terlebih dahulu
!
Etika
adalah pandangan seseorang atau sekelompok masyarakat terhadap perilaku
orang apakah perilaku tersebut dapat dikatakan baik maupun buruk. Etika
biasanya muncul dari kebiasaan atau adat istiadat masyarakat yang dari zaman dahulu yang memberi pengaruh
baik dalam pergaulan sosial. Dalam contoh etika kita dapat mengambil contoh
dalam kehidupan sehari hari seperti berjabat tangan dengan tangan kanan yang
dikenal secara global sebagai sesuatu yang baik. Namun, tahukah anda bahwa
dibeberapa negara masih ada yang lebih baik daripada sebatas berjabat tangan
dengan tangan kanan? Di beberapa daerah di timur tengah misalnya , mereka
menggunakan berpelukan dengan cium pipi dianggap lebih sopan dan menghormati.
Setelah mengetahui tentang etika ,
kita melanjutkan ke profesi ...
Profesi adalah suatu pekerjaan yang
dilakukan dengan keahlian dalam bidang ilmu tertentu dan keahlian tersebut
tidak bisa dikembangkan jika tidak memiliki bidang ilmu yag relevan dengan
pekerjaannya. Sebagai contoh apakah suatu pekerjaan merupakan profesi atau bukan adalah teller bank . Teller bank
merupakan suatu pekerjaan yang tidak memiliki keahlian khusus untuk dapat
melakukannya. Dari pengalaman teman ketika pergi ke bank :
Teller : “Selamat siang , apa bisa
saya bantu ?”.
Customer : “ Saya ingin melakukan
pembayaran SBMPTN 2015 “.
Teller : “ Bisa saya terima uangnya”.
Customer : “ RP 100.000 ,- , ya?”.
Teller : “Iya mas, Mohon maaf mau
mengambil jurusan apa? “.
Customer : “ Metalurgi di ITS “.
Teller : “ Saya dahulu lulusan ITS
jurusan Biologi mas”.
Customer : how can it happened ?
Dalam percakapan singkat teman penulis
dengan seorang teller bank dapat dipastikan bahwa bidang yang diambilnya pada
saat dalam perkuliahan tidak relevan dengan pekerjaannya saat ini. Hal ini
membuktikan bahwa ketika lulusan yang tidak bersangkutan dengan pekerjaan
tersebut dapat bekerja di bidang itu membuktikan bahwa bidang pekerjaan
tersebut tidak membutuhkan keahlian khusus atau suatu profesionalisme.
“Setiap
profesi merupakan pekerjaan .Namun , tidak semua pekerjaan merupakan profesi”.
Contoh beberapa pekerjaan yang harus
terintergrasi dengan profesi adalah ahli bedah , programmer, pilot, scientist, astronot. Mengapa pekerjaan
tersebut dikatakan sebagai profesi ?
Apakah orang biasa yang “awam” akan IT dapat menjadi programmer?
Apakah orang yang jijik melihat darah atau
organ manusia dapat menjadi seorang ahlo bedah?
Apakah semua orang dapat menerbangkan
sebuah pesawat komersial atau lebih hebat lagi sekelas jet?
Apakah semua orang dapat meneliti
pertumbuhan bakteri dalam suatu organisme dan manfaatnya?
Mungkin beberapa dari anda sudah
menegetahui jawabannya. Pekerjaan diatas meruapakan sebuah profesi. Pekerjaan
tersebut membutuhkan skill,passion,dan develop
dalam mempelajarinya. Dalam istilah profesi kita akan mengenal
profesional. Apakah profesional itu? Apa hubungan profesional dengan suatu
profesi? Bagaimanakah seseorang dapat dikatakan sebagai seorang yang
profesional?
1.
Apakah
profesional itu?
Profesional merupakan seseorang yang
bekerja dalam bidang ahli tertentu , mereka mengerjakannya menggunakan beberapa
standart operasional dan menerima upah. Seorang profesional harus dapat
meningkatkan kemampuan mereka dengan kebutuhan pasar ataupun perkembangan dalam
bidang mereka. Jika mereka tidak mampu atau belum mapu mengembangkan skill mereka dalam pekerjaan tersebut maka orang
tersebut dikatakan sebagai amateur.
Amateur adalah pekerja dalam suatu pekerjaan baik itu profesi atau bukan yang
belum mapu mengembangkan bakat mereka atau baru terjun kedalam bidang ahli
tersebut dan tentunya mereka belum memiliki segelintir pengalaman.
Apakah seorang sarjana yang fresh
graduate dapat dikatakan sebagai amateur atau profesional ?
“Jika kalian kuliah hanya ala kadarnya dan
pada waktu skripsi hanya membeli skripsi dari orang lain tanpa berusaha
mengembangkan skill kalian dan menjiplak karya orang lain dalam pembuatan
software, apakah itu profesional? “ ucap bapak dosen Kemal Wijaya.
Jika
mendengar perkataan beliau kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak selalu fresh graduate itu adalah seorang
amateur dan sebaliknya tidak semua pegawai lama yang bekerja dalam bidang ahlinya
dapat dikatakan profesional. Hal yang menjadi kunci apakah seseorang dapat
dikatakan profesional atau tidak adalah bagaimana orang tersebut mengembangkan
kemampuan mereka dalam bidang ahli yang di ampu dan menjadikan hal tersebut
menjadi pekerjaan yang bisa mendatangkan profit.
Hal paling utama yang harus dilihat adalah ketika bidang ahli tersebut dalam
perkuliahan hanya dijelaskan “kulitnya” seorang yang ingin menjadi profesional
harus mengembangkkan dan mendalaminya .
Banyak cara untuk dapat mengembangkan
kemampuan tersebut , diantaranya :
1.
Membaca
litelature yang tersedia
Litelature
merupakan acuan yang telah ditulis oleh seorang ahli dan dapat dipertanggung
jawabkan. Bagaimana jika dengan internet? Tidak semua yang berada di internet
merupakan hal yang dapat dipertanggung jawabkan. Kebanyakan tulisan tersebut
merupakan opini penulis yang belum tentu dapat dipertanggung jawabkan, lebih
parahnya lagi terkadang para penulis dalam dunia maya hanya bermodalkan
CTRL+A,CTRL+C,CTRL+V dan mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan melanggar UU
ITE.
2.
Meminta
kepada teman yang telah mendapat pelajaran tersebut
Karena
penulis merupakan mahasiswa dalam bidang IT , beberapa bahasa pemrograman tidak
di dapat dalam perkuliahan. Untuk itu kita sebagai mahasiswa harus meminta
kepada mahasiswa lain yang telah mampu menggunakan bahasa pemrograman tersebut.
Ada ratusan bahkan hampir ribuan bahasa
pemrograman , dalam perkuliahan mungkin mahasiswa hanya mendapat beberapa
bahasa yang umum digunakan seperti C programming language, JAVA,C++. Selain itu
anda bisa mempelajarinya sendiri karena keterbatasan materi perkuliahan.
2.
Apa
hubungan profesional dengan suatu profesi?
Menurut Korten Dan Alfonso, 1981 Dalam
(Tjokrowinoto, 1996: 178), Bahwa :
“Profesionalisme Adalah Kecocokan (Fitness) Antara Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Birokrasi (Bureaucratic-Competence) Dengan Kebutuhan Tugas (Task-Requirement)”.
“Profesionalisme Adalah Kecocokan (Fitness) Antara Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Birokrasi (Bureaucratic-Competence) Dengan Kebutuhan Tugas (Task-Requirement)”.
Jika profesi adalah pekerjaan yang
membutuhkan keahlian , maka profesionalisme merupakan kecocokan antara profesi
tersebut dengan kebutuhan suatu lingkungan pekerjaan. Para pekerja ini dituntut
agar bisa menjadikan keahlian mereka bisa menjadi satu atau dengan kata lain
berintegrasi dengan sistem dalam pekerjaan tersebut maupun dengan bidang
profesi lain yang sama sama dibutuhkan didalam pencapaian tujuan atau target
dari sistem tersebut .
Tujuan dari profesionalisme tidak lain
dan tidak bukan adalah untuk menjadikan lingkungan disekitarnya menjadi good governance. Hal ini akan menjadikan
mudah suatu organisasi maupun instansi dalam mencapai tujuan mereka. Oleh sebab
itu sangat diperlukan keprofesionalismean dalam suatu profesi.
Siagian (2000:163), mengatakan, bahwa
:
“Profesionalisme merupakan keandalan dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu tinggi, waktu yang tepat, cermat dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan”.
“Profesionalisme merupakan keandalan dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu tinggi, waktu yang tepat, cermat dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan”.
Dengan
kata lain dapat dikatakan bahwa profesionalisme adalah standart operational procedure atau mungkin lebih dikenal sebagai S
O P dalam sebuah pekerjaan.
Lantas
apakah S O P itu ?
S O P
adalah kendali atau penjamin mutu suatu pekerjaan yang memiliki efisiensi waktu
dalam pengerjaannya melalui prosedur yang mudah di pahami oleh pekerja
pelaksana .
Seseorang
yang memiliki profesi dalam bidang ahli tertentu diharuskan memiliki integritas
yang tinggi serta daya saing agar mengalami penguatan daya saing terhadap
adanya perkembanga bidang ahli yang diampunya. Seorang fresh graduate terkadang
memiliki ilmu dalam bidang ahlinya lebih banyak dibandingkan oleh orang
pendahulunya dengan bidang yang sama . Hal ini dikarenakan perkembangan
teknologi yang mempermudah pencarian ilmu terkait serta penemuan baru yang
terus menerus dikembangan dan mereka pelajari . Hal tersebut membuat para
profesional mau tidak mau memutar otak agar tetap berinovasi dan tidak kalah
dengan lulusan baru.
3.
Bagaimanakah seseorang dapat dikatakan sebagai
seorang yang profesional?
Robert
W. Richey (Arikunto, 1990:235) ciri-ciri dan juga syarat-syarat profesi
sebagai berikut:
a) Lebih
mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan kepentingan
pribadi.
Dalam
hal ini dedikasi seorang profesional yang harus dipegang teguh , yaitu :
mementingkan kepentingan bersama atau koorporasi dibandingkan kepentingan
probadi dalam diri mereka .
b) Seorang
pekerja professional, secara aktif memerlukan waktu yang panjang untuk
mempelajari konsep-konsep serta prinsip-prinsip pengetahuan khusus yang
mendukung keahliannya.
Tuntutlah
ilmu sampai ke negeri cina mungkin adalah filosofi yang bisa menggambarkan
seorang profesional. Mereka harus mengambil waktu dalam hidup mereka untuk
mengembangkan kemampuannya. Sebagai contoh di masyarakat paling sering dijumpai
dan dapat dilihat dengan nyata adalah seorang dokter spesialis.
Kali
ini penulis mengambil studi kasus seorang ahli bedah syaraf atau dengan gelar
dibelakang nama mereka Sp.BS, mari kita hitung :
1. Prodi Kedokteran
Kuliah di fakultas kedokteran dan
mengambil program studi Kedokteran atau Pendidikan Dokter memerlukan waktu
kurang lebih 7 semester pada sistem blok dan 8 semester pada sistem sks.
Sistem blok adalah sistem yang
meluluskan setiap mahasiswa kedokteran dengan nilai yang mereka capai secara
bersamaan , sistem ini mirip seperti SMA atau SMP . Tidak ada sks yang diambil
oleh mahasiswa, melainkan sks tersebut telah ditetukan oleh pihak universitas.
Kelebihannya adalah dalam waktu 3,5 tahun hampir semua mahasiswa dapat
mengikuti wisuda. Kelemahannya jika nilai buruk atau tidak dapat mengikuti mata
kuliah dengan baik akan mengalami kesulitan disemester selanjutya.
Sistem blok biasanya ditetapkan di
perguruan tinggi Negeri dengan passing grade yang tinggi tentu saja
mahasiswanya dapat diandalkan. Sistem
sks mulai hilang di jurusan atau prodi ini dikarenakan peraturan baru yang
muncul sekitar beberapa tahun silam. Kebanyakan sistem sks dianut oleh
perguruan tinggi swasta.
2. Dokter muda
Istilah paling umum digunakan adalah
DM. Biasanya berkisar antara 1,5 tahun sampai dengan 2 tahun. Lama tidaknya
bergantung pada rumah sakit daerah yang dianut mahasiswa kedokteran yang belum
mempunyai rumah sakit pendidikan. Namun, pada umunya
memerlukan waktu 2 tahun.
3. Pengabdian
Program yang baru saja muncul ini
mewajibkan setiap mahasiswa kedokteran yang telah melewati masa DM harus
mengabdi pada masyarakat. Untuk waktu berkisar 1 tahun.
4. PPDS (Pada saat mengambil spesialis)
Seorang dokter umum yang telah melewati banyak rintangan pada saat mengambil
spesialis mereka akan menjadi seorang PPDS atau spesialis pemula waktunya
bergantung pada spesialis apa yang mereka ambil. Untuk bedah syaraf berkisar 11
semester.
Berapa
tahun mereka harus bersekolah :
Mari
berhitung 3,5 tahun + 2 tahun + 1 tahun
+ 5,5 tahun = 12 tahun.
c) Memiliki
kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu mengikuti
perkembangan dalam pertumbuhan jabatan.
Seorang
profesional harus melakukan pembuktian atau tes kompetensi mereka. Seorang
dokter sebelum mereka dapat membuka praktik mereka diwajibkan mengikuti UKDI.
Disini kemampuan mereka diuji , jika berhasil mereka dapat dikatakan
profesional. Jika gagal akan mengulang di tahun berikutnya.
d) Memiliki
kode etik yang mengatur keanggotaan, tingkah laku, sikap dan cara kerja.
e) Membutuhkan
suatu kegiatan intelektual yang tinggi.
f) Adanya
organisasi yang dapat meningkatkan standar pelayanan, disiplin dalam profesi
serta kesejahteraan anggotanya.
g) Memberikan
kesempatan untuk kemajuan, spesialisasi, dan kemandirian.
h) Memandang
profesi suatu karier hidup (alive career) dan menjadi seorang anggota yang
permanen.
Itulah
beberapa point yang harus diperhatikan agar dapat menjadi seorang profesional.
Penulis memberi contoh untuk 3 poin pertama agar pembaca dapat memahami lebih
dalam.
Setelah
membahas panjang lebar tentang profesi , kita akan membahas tentang apakah itu
etika profesi ?
Menurut
Kaiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) :
“Etika profesi merupakan sikap hidup
berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat
dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka
melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat”.
Definisi
dari etika profesi adalah seorang yang memiliki keahlian dan dibuthkan oleh
klien atau masyarakat untuk melakukan tugasnya dengan profesional namun harus
mengetahui batasan batasan yng ada dalam profesi tersebut. Batasan dalam suatu
profesi atau peraturan lainnya dinamakan kode etik. Apakah tujuan kode etik ?
Sumaryono
(1995) mengemukakan 3 alasannya yaitu :
1.
Sebagai sarana kontrol sosial
Maksud dari kalimat di atas adalah
suatu kontrol atau cara yang bersifat penyesuaian terhadap nilai nilai yang
terdapat dalam kelompok sosial dengan tujuan melakukan pembatasan atau membuat
aturan agar masyarakat tidak membangkang atau melanggar.
2.
Sebagai pencegah campur tangan pihak
lain
Dalam profesi penjiplakan merupakan
salah satu masalah yang sering muncul tanpa memperhatikan pihak yang
dijiplaknya. Dalam dunia IT sangat banyak campur tangan orang lain jika tidak
dicegah dapat merugikan developer atau pembuatnya. Masalah tersebut umumnya
berupa crack, hack, maupun menggunakan source code tanpa izin dari pengmbang
dengan tujuan kepentingan pribadi yang dapat menghasilkan uang .Tentu saja jika
tidak ada kode etik masalah tersebut akan menjadi umum dan kelompok tersebut
akan dikenal sebagai penjiplak dalam masyarakat luas bahkan global.
3.
Sebagai pencegah kesalahpahaman dan
konflik
Norma
dari perilaku profesi yang dinilai benar dalam waktu yang lama karena dibuat
sesuai dengan profesi yang bersangkutan akan membeku didalam masyarakat umum
sebagai acuan. Hal tersebut dapat mengurangi tingkat kesalahpahaman dan dapat
meminimalisir terjadinya konflik di kelompok masyarakat tertentu.
Nah ,
setelah mengenal seluk beluk tentang etika profesi , alangkah baiknya setelah
membaca artikel di atas pembaca dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari hari
dimulai dari perbuatan kecil yang lama lama akan menjadikan sebuah kebiasan
yang tertanam dalam diri pembaca. Seperti tidak menjiplak karya orang lain ,
berusaha mengmbangkan potensi dan menanamkan “seberapa buruk karya kita lebih
baik daripada menjiplak karya orang lain”.
Etika Profesi dalam Teknologi Sistem
Informasi
Dalam
perkembangannya dunia IT sangat berpengaruh terhadap pengaruh sosial di
masyarakat hingga dapat dikatakan sesuatu yang mulai me global. Hal ini dapat
dibuktikan dengan adanya trend topic di
dalam masyarakat tertentu yang mengharuskan mereka mengikuti perkembangan
tertentu. Entah masalah fasion , isu politik dan gaya hidup dapat dalam sekejap
diadaptasi oleh masyarakat luas. Dampaknya dapat menimbulkan suatu ancaman dan
bencana dalam lingkup sosial tertentu.
Tidak
hanya memiliki kekurangan , di satu sisi perkembangan dalam teknologi sistem
informasi juga memberikan efek positif khususnya dalam perkembangan edukasi
baik dasar maupun bagi yang sudah advanced. Bagi sebagian besar orang lebih senang ketika
mencari berita ataupun artikel dalam dunia maya di bandingkan dalam bentuk
majalah, koran atau berbagai media cetak lainnya. Hal ini membuat pemerintah
membuat kode etik dalam dunia teknologi sistem informasi.
Adapun
beberapa contoh kode etik bagi pengguna atau user adalah menghindari para
pengguna untuk mengakses dan mempublikasikan hal yang berbau pornografi ,
menghindarkan masyarakat dari berbeagai berita yang memuat SARA, dan tidak
menampilkan eksploitasi terhadap anak di bawah umur. Beberapa contoh kode etik
pengguna tersebut dapat menggambarkan seberapa besar usaha pemerintah untuk
memfilter informasi da;am internet baik itu dari publisher atau viewer.
Untuk
seorang profesional dalam bidang teknologi sistem informasi mereka diwajibkan
“memiliki “ dan menerapkan kode etik profesi mereka . kode etik tersebut
berbentuk norma norma atau kajian maupun prinsip seorang developer dengan klien. Hubungan tersebut sebagai contoh berasal
dari pembuatan aplikasi dalam perusahaan klien. Adapun yang harus diperhatikan
developer adalah
1. Seberapa aman sistem atau aplikasi
yang mereka buat
2. Menghindarkan aplikasi atau sistem
tersebut dari segala bentuk peretasan
3. Memastikan waktu pengerjaan sesuai
dengan deadline yang diberikan klien
4. Menghitung dan memperkirakan seberapa
lama aplikasi atau sistem tersebut dapat digunakan dan seberapa lama sistem
atau aplikasi dikatakan “usang”
Terkadang
penyelesaian proyek dalam IT banyak
meninggalkan masalah , hanya sekitar 2% klien yang merasa puas dalam
sekali kerja suatu vendor IT. Maka dari itu biasanya terikat dengan pekerjaan kontinunitas
yang sekaligus melakukan maintaince dalam aplikasi tersebut. Kendala ini
merupakan kendala yang biasa bagi seorang profesional IT sekalipun .
“Sebaik- baiknya sistem pasti memiliki
kelemahan “.
Dari
kalimat diatas dapat disimpulkan bahwa hampir semua sistem atau aplikasi
memiliki kekurangan atau bug.
Kewajiban bagi seorang profesional adalah menganalisa dan memperbaiki masalah
tersebut. Point terakhir yang harus diperhatikan oleh pengembang profesional
adalah menghindari segala hal baik itu besar atau kecil untuk menjiplak atau
plagiat terhadap sistem atau aplikasi lain.
Sumber
Penulisan Artikel :
Komentar
Posting Komentar